Keutamaan Bulan Dzulhijjah

oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

1. Pentingnya Memanfaatkan Musim Kebaikan

  • ​Allah ﷻ dengan segala hikmah-Nya telah memilih waktu-waktu tertentu sebagai musim kebaikan tempat “obral” pahala dan ampunan.
  • ​Kehidupan dunia ini singkat, fitnah semakin banyak yang sering kali membuat manusia lalai dari ibadah. Beribadah di masa fitnah memiliki keutamaan besar seperti berhijrah bersama Rasulullah ﷺ.
  • ​Seorang muslim hendaknya menata dan mengurangi kegiatan duniawinya agar bisa optimal beribadah di hari-hari spesial, khususnya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

2. Keutamaan Bulan Dzulhijjah secara Umum

​Bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan besar yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis:

  1. Termasuk Bulan Haram (Asyhurul Hurum): Salah satu dari empat bulan suci. Berbuat maksiat di bulan ini dosanya lebih besar secara kualitas, dan sebaliknya, amal saleh di dalamnya juga jauh lebih utama.
  2. Termasuk Bulan Haji: Menjadi waktu dimulainya ihram dan pelaksanaan ibadah haji yang agung.
  3. Allah Bersumpah Dengannya: Pada Surah Al-Fajr ayat 2 (“Demi malam yang sepuluh”), mayoritas ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
  4. Hari Tambahan untuk Nabi Musa: 10 hari ini merupakan waktu tambahan berpuasa yang diberikan Allah ﷻ kepada Nabi Musa Alaihi salam sebelum berbicara dengan-Nya.
  5. Dinamakan Ayyamul Ma’lumat: Allah menyebutnya sebagai hari-hari yang telah diketahui untuk berzikir kepada-Nya.

3. Perbandingan Keutamaan dengan Bulan Ramadhan

  • ​Para ulama menjelaskan bahwa jika ditinjau dari waktu siangnya, maka 10 hari pertama bulan Dzulhijjah lebih afdal (utama) daripada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
  • ​Hari yang paling terbaik sepanjang tahun adalah Hari Nahar (10 Dzulhijjah) karena banyaknya ibadah agung yang berkumpul di hari tersebut. Sementara itu, malam terbaik tetap dipegang oleh malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan.

4. Amalan-Amalan yang Dianjurkan

​Mengingat pahala amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah begitu dicintai Allah ﷻ bahkan nilainya dapat melebihi pahala jihad di jalan Allah kecuali bagi yang mati syahid dan hartanya habis, berikut amalan yang sangat ditekankan:

  • Amalan Umum: Meningkatkan salat malam, bersedekah, menyambung silaturahmi, membaca Al-Qur’an, dan saling membantu sesama.
  • Berpuasa: Disunahkan berpuasa dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak melaksanakan haji (tanggal 10 diharamkan karena Idul Adha).
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
  • Memperbanyak Zikir: Nabi secara khusus memerintahkan untuk memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid . Takbir mutlak dianjurkan sejak awal bulan Dzulhijjah, sedangkan takbir muqayyad dibaca setelah salat fardu mulai subuh hari Arafah hingga hari Tasyrik terakhir.
  • Memberi Makan (Ith’amut Tha’am): Amalan sosial yang sangat mulia dengan memberi makan orang miskin, kerabat, atau mengadakan buka puasa bersama.

Kesimpulan: 10 hari pertama Dzulhijjah adalah waktu mulia yang sering kali terlupakan oleh kaum muslimin dibandingkan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk menghidupkan kembali sunah ini di lingkungan keluarga dan bersungguh-sungguh dalam mengejar pahala di dalamnya.

Video lengkap dapat Anda tonton melalui link berikut: Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A – Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *