Kebahagian Bagi Seorang Mukmin

​Apabila kita ditanya, “Apa yang kita cari di dunia ini?”

Tentu hampir semua jawabannya adalah sama, yaitu mencari kebahagiaan.

Hanya saja, kebahagiaan itu berbeda-beda tergantung dari persepsi setiap orang.

​Ada yang bahagia ketika bermaksiat wal ‘iyadzubillah, ada yang berbahagia ketika melakukan hobi yang tidak bermanfaat, dan ada yang bahagia ketika melakukan hal-hal aneh yang merugikan masyarakat. Ini semua adalah kebahagiaan yang semu dan hanya sementara saja.

Kebahagiaan yang Hakiki

​Namun kebahagian yang hakiki adalah kebahagian bagi mereka yang beriman kepada Allah dan melakukan amal sholih, bagi mereka yang bertakwa kepada Allah, mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangannya, baik laki2 ataupun perempuan baik itu rakyat jelata atau para pemimpin yang beriman kepada Allah.

​Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik..” [An-Naḥl/16: 97]

​Sebagian ahli tafsir mengatakan yang dimaksud hayyatan thoyyibah yaitu hayyatan saidah (Kehidupan Yang Bahagia). Menurut ayat ini kunci menjadi orang yang bahgia itu sederhana:

  • ​Siapapun dia bisa menjadi orang yang bahagia.
  • ​Orang yang tidak punya harta bisa menjdi org yang bahgia.
  • ​Orang yang tidak punya kedudukan bisa menjadi org bahagia.
  • Kuncinya atau syaratnya yaitu iman dan amal sholih. Dua hal ini adalah pondasi dasar agar seseorang mendapatkan kehidupan yang bahagia yang sesungguhnya.

​Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan:

الإيمان بالله ورسوله هو جماع السعادة وأصلها

“Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber dan asal muasal kebahagiaan.” (Fatawa Syekhul Islam, 30: 193)

3 Tanda Kebahagiaan

Ikhwani..

Berkata syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi Rahimahulloh dalam kitab beliau Al qowaidul Arba’, beliau mengatakan bahawasanya ada 3 tanda kebahagian, yaitu beliau mengatakan:

​إذا أعطى شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذ أذنب استغفر، فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة

  1. Jika diberi kenikmatan, dia bersyukur.
  2. Jika diuji dengan ditimpa musibah, dia bersabar.
  3. Dan jika melakukan dosa, dia beristighfar (bertaubat).

​Maka tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan. Apabila seseorang memiliki 3 tanda ini, menandakan bahwasanya ia adalah orang yang bahagia.

Tauhid dan Hidayah

Ikhwani..

Kebahagiaan ini semakin membanggakan jikalau seorang hamba benar-benar mengesakan Allah Ta’ala, menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya serta memasrahkan seluruh urusannya kepada-Nya.

​Allah berfirman dalam Qs. Al-An’am ayat 82:

الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

​Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

ٱلتَّوْحِيدُ يَفْتَحُ لِلْعَبْدِ بَابَ ٱلْخَيْرِ وَٱلسُّرُورِ وَٱللَّذَّةِ، وَٱلْفَرَحِ وَٱلِٱبْتِهَاجِ

“Tauhid (mengesakan Allah) akan membukakan kebaikan, kebahagiaan, kenikmatan, keceriaan, dan kebahagian bagi seorang hamba.” (Zaadul Ma’ad, 4: 202)

2. Orang yang bahagia adalah orang yang mendapatkan hidayah dari Allah.

Ini adalah salah satu tanda kebahagia yang hakiki yaitu seorang yang mendapatkan hidayah taufik dari Allah..

​فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا

Artinya: Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit. (QS. Al An’am 125)

Ikhwani..

Maka bagi mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya, bagi mereka yang mengerjakan amal sholih, melakukan ketaatan kepada Allah, ia bertakwa kepada Allah dan ia mendapatkan hidayah dari Allah niscaya mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kebahagian yang hakiki, kebahagian yang sesungguhnya..

Refrensi:

  1. ​Al-Qur’an Tafsir Web
  2. ​Kitab Syarah Al-Qawaidul Arba’ Syaikh Sholih Al Fauzan Hafidzahullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *